Masih Terjadi Banyak Pelanggaran Tata Ruang


Masih Terjadi Banyak Pelanggaran Tata Ruang

BATANG – Saat ini masih terjadi banyak pelanggaran terkait tata ruang seperti yang diatur dalam Perda No 7/2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang. Karena itu, diperlukan peran serta masyarakat dalam pengendalian dan pemanfaatan ruang sehingga tidak terjadi pembiaran dan kesalahan.

Hal tersebut dikatakan Kabid Prasarana Pembangunan Wilayah (Prasbangwil) Bappeda Batang Wahyudi, dalam kegiatan fasilitasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, ada berbagai tata ruang yang cukup biasa dilanggar seperti terkait sepadan sungai, ruang terbuka hijau (RTH), dan SUTET. ”Ada juga pelanggaran terkait alih fungsi lahan seperti dari pertanian menjadi pemukiman, pembalakan hutan yang tidak terkendali serta masalah sempadan rel,” katanya.

Wahyudi menambahkan, bentuk peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain, memberi masukan terkait arahan atau peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif, dan disinsentif, serta pengenaan sanksi.

Bisa Melaporkan

Di samping itu, juga keikutsertaan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.

”Masyarakat juga bisa melaporkan ke instansi atau pejabat yang berwenang ketika menemukan dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang yang tidak sesuai rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Masyarakat juga dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang,” katanya.

Jamilla Kautsary, pembicara dari Pusat Studi Plannologi Unissula Semarang mengatakan, selama ini masih banyak ditemui sudah ada rencana tata ruang, ternyata daerah atau kota masih semrawut.

Setidaknya ada tiga sumber pelanggaran, yakni masyarakat yang melakukan pembangunan, persoalan pada instansi pemberi izin baik karena tidak tahu maupun disengaja, juga peraturan pemanfaatan tata ruang yang tidak jelas, tidak terperinci dan tidak lengkap.

Menurut dia, pemanfaatan ruang perlu dikendalikan untuk meminimalkan dampak atau terjadinya bencana alam di masa yang akan datang karena adanya konversi lahan.

”Pengendalian juga diperlukan untuk mewujudkan pemanfaatan ruang yang tertib, nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan. Dengan demikia bisa sebagai alat pengontrol pemanfaatan ruang agar sinkron antar sektor dan wilayah. Selain itu, juga agar bisa mewujudkan pemanfaatan ruang yang konsisten dengan rencana tata ruang yang telah ditentukan,” katanya. (H56-60)

Sumber : suara merdeka

About Jamilla Kautsary

Aku ada karena kamu
This entry was posted in Nongkrong. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s