PENGEMBANGAN WILAYAH


PENGEMBANGAN WILAYAH

Oleh

Jamilla Kausary

Disajikan pada:

Diklat Teknis Pengairan Tingkat Madya  Propinsi Jawa Tengah 2001

I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Jumlah penduduk di wilayah Indonesia khususnya di perkotaannya  akan terus meningkat dari waktu-kewaktu. Pertambahan penduduk di wilayah perkotaan tidak hanya disebabkan oleh pertambahan alami tetapi juga karena migrasi. Pertambahan penduduk ini membawa konsekwensi makin bertambahnya penggunaan lahan/ruang wilayah untuk aktivitas permukiman  seperti untuk tempat tinggal, industri, pembangunan sarana prasarana dsb. Pertambahan tersebut juga membawa pengaruh pada meningkatnya ekploitasi penggunaan sumber daya alam khususnya air.

Ekploitasi SDA yang berlebih dan keterbatasan pengetahuan masyarakat umum serta kekurang pedulian pihak swasta dalam mengelola SDA, telah menyebabkabn terjadinya lahan-lahan kritis, pencemaran air, erosi tanah, banjir dan semakin langkanya air bersih di perkotaan.  Berbagai permasalahan  tersebut serta munculnya berbagai aktivitas pengembangan wilayah yang tidak berwawasan lingkungan, telah mengakibatkan terancamnya kelestarian lingkungan hidup dan memperburuk kerusakan SDA. Pada akhirnya kondisis ini akan  menghambat pembangunan yang berkelanjutan dan berwawaskan lingkungan.

Berkaitan dengan pola pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dan pengembangan wilayah di dalam GBHN sebenarnya sudah ada petunjuk. Sumber daya alam yang menempati suatu ruang wilayah sebagai pokok-pokok kemakmuran harus dilakukan secara terencanan, rasional, optimal, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya(Sugijanto S, 1994).  Tetapi aturan tersebut sering terabaikan akibat makin bertambahnya jumlah penduduk dan kekeatan-kekuatan ekonomis yang hanya mempertimbangkan keuntungan semata.

Guna mewujudkan pengambangan wilayah dan pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN, maka pengembangan wilayah itu sendiri harus memiliki visi, misi dan sasaran strategis yang jelas.  Baik visi, misi dan sasaran trategis dari pengembangan wilayah ini secara rinci akan dibahas dalam sub bab berikit.

1.2. Visi dan Misi Pengembangan Wilayah

Pengembangan wilayah, lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam  pada dasarnya bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan sumber daya dukung lingkungan, sehingga pengembangan wilayah yang berkelanjutan dapat dilaksanakan. Guna mencapai tujuan tersebut, hal lain yang harus diperhatikan dalam adalah visi dan misi dari pengembangan wilayah dalam pengelolaan sumberdaya kewilayahan itu sendiri. Visi yaitu tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wilayah yang memperhatikan:

  1. Konservasi sumber daya alam;
  2. Keberlanjutan (sustainbility pemanfaatan sumber daya alam yang efisien dan efektif;
  3. Ketersediaan prasarana dan sarana wilayah yang memadai;
  4. Perkembangan daerah perkotaan dan perdesaan yang seimbang;
  5. Perwujudan permukiman yang memenuhi kebutuhan masyarakat (lifable);

Sedang misinya yaitu mengupayakan terselenggaranya pengembangan wilayah:

  1. Adaptif terhadap perkembangan global.dan lokal;
  2. Sensitif terhadap situasi dan kondisi spesifik masing-masing daerah;
  3. Dapat dimengerti dan aplikatif bagi sektor-sektor dan pelaku pembangunan (termasuk legislatif);
  4. Seluruh proses pelaksanaannya bersifat transparan;
  5. Dilaksanakan dengan semangat Pro-Bisnis melalui pemberdayaan masyarakat ekonomi;
  6. Besifat integratif dan berorientasi jangka panjang;
  7. Memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan stake holder, terutamagolongan ekonomi lemah;
  8. Terkendalinya upaya konservasi dan pemanfaatan SDA dan SDB bagi sektor-sektor ekonomi;
  9. Tercapainya effektifitas pembangunan prasarana dan sarana wilayah melalui penerapan mekanisme penataan ruang.

Berkaitan dengan visi misi tersebut serta adanya tren era otonomi daerah dan globalisasi mau-tidak mau sangat berdampak pada  penyusunan dan pembuatan produk kebijaksanaan wilayah.  Kebijaksanaan otonomi daerah menuntut daerah untuk:

  1. Jeli dalam mempertimbangakan, mewujudkan maupun memanfaatkan sumber dayanya sebagai komoditi andalan;
  2. Mampu menggali potensi (SDA) yang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mensikapi adanya permintaan global.

Mengingat kebijakan otonomi daerah merupakan hal yang relatif baru dan juklak- maupun juknisnya belum jelas betul bagi daerah, maka sering timbul arogansi darah, terhadap pengeloalaan sumber daya di wilayahnya.

!.3. Sasaran-sasaran Strategis Pengembangan Wilayah

Beberapa Sasaran strategis yang dituju  guna mewujudkan visi dan misi pengembangan wilayah di atas yaitu:

About Jamilla Kautsary

Aku ada karena kamu
This entry was posted in Wilayah. Bookmark the permalink.

2 Responses to PENGEMBANGAN WILAYAH

  1. trims …tp nich masih newbie…..saya akan senang menerima kritik dan masukan….agar isi lebih baik

    https://planologiku.wordpress.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s